Category Archives: Selintas

EBook: Sukseskan Mudamu!

Buku ini menjawab tuntas atas pertanyaan mendasar yang dimiliki setiap mahasiswa, “Bagaimana strategi meraih kesuksesan pada masa perkuliahan?”.

Yang membuat buku ini berbeda, penyusunan buku ini diawali dengan sebuah studi empiris atas 17 Mahasiswa Berprestasi Indonesia. Karenanya, buku ini akan menyajikan inspirasi, teladan, dan pengetahuan yang empiris pula, yang pernah dialami oleh para Mahasiswa Berprestasi itu. Buku ini akan memotivasi dan mengedukasi pembaca melalui fakta-fakta, bukan dengan bahasan yang normatif saja.

Hasil studi dalam buku ini adalah temuan penting bagi mahasiswa yang peduli dengan masa depannya. Buku ini menjawab mahasiswa tentang bagaimana mereka seharusnya merencanakan, mengelola, dan menjalani masa-masa perkuliahan, agar masa kuliah tidak menjadi sia-sia, lebih bermanfaat, dan memang menyiapkan para pemuda menjadi figur yang siap mandiri dan berkarya dalam masyarakat. Continue reading

Advertisements

Ebook: Kiprah dan Pemikiran Drs Musoli (Pendiri NF)

Drs. Musoli banyak mengajarkan tentang profesionalitas, sikap moderat, keterbukaan, dan kontribusi bagi masyarakat. Pemikiran-pemikiran beliau telah memberikan pencerahan bagi banyak anak muda dan orang-orang di sekitarnya, sehingga anak-anak muda itu tumbuh menjadi sosok yang berprestasi dan berkontribusi.

Dengan prestasi dan kiprah besar yang sudah diraihnya, Drs. Musoli menjadi sosok yang kredibel untuk berbicara tentang hal-hal di atas dan dijadikan teladan bagi anak bangsa.

Anda bisa mengunduh buku Ebook_Kiprah dan Pemikiran Drs H Musoli (Pendiri Nurul Fikri). Selamat membaca!

Daerah Tertinggal Mengejar Ketertinggalan

Menurut data Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) Republik Indonesia, terdapat 183 kabupaten yang masih berada dalam kategori “daerah tertinggal”. Angka ini mencapai 37% dari keseluruhan kabupaten/kota di Indonesia yang jumlahnya 497 kabupaten/kota. Selain memenuhi ikrar kemerdekaan Republik Indonesia untuk mensejahterakan keseluruhan rakyat dalam keadilan sosial, keberhasilan memajukan daerah tertinggal akan meningkatkan ketahanan nasional, mengingat 183 kabupaten tertinggal ini justru menempati sekitar 50% luas wilayah Indonesia.

Mengapa masih ada daerah tertinggal dan mengapa sebagian daerah lain telah maju?. Jawaban atas pertanyaan ini penting untuk menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah tertinggal yang dilakukan oleh KPDT, kementerian lain dan pemerintah daerah terkait. Continue reading

Menyambut INPRES Penghematan APBN

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membentuk tim evaluasi anggaran belanja negara untuk menilai adanya kemungkinan anggaran-anggaran negara yang sebenarnya tidak diperlukan sehingga dapat dihilangkan untuk penghematan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar Instruksi Presiden (INPRES) untuk pelaksanaan penghematan anggaran negara tahun 2011. Inisiatif ini beliau sampaikan dalam Rapat Kabinet Terbatas Bidang Polhukam tentang peningkatan akuntabilitas dan efektifitas pemerindah daerah, Kamis, 7 Oktober 2010 yang lalu.

Inisiatif yang patut kita sambut dengan baik walaupun datang agak terlambat mengingat ini adalah periode pemerintahan yang ke-2 bagi Presiden SBY. Inisiatif ini seharusnya digagas dari awal karena strategi penghematan (baca: efisiensi) anggaran adalah strategi yang penting dan sudah jamak dilakukan oleh berbagai organisasi untuk mencapai kesuksesan mereka. Continue reading

Mengantisipasi Deindustrialisasi

Evaluasi atas perekonomian Indonesia tahun 2010 menunjukkan data yang cukup meyakinkan. Data resmi yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS, Data Semester 1, 2010) menunjukkan pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,9%; dengan kontribusi terbesar masih diberikan oleh produksi dari industri pengolahan, yaitu sekitar 25% dari PDB Indonesia.

Meskipun hasil perekonomian tahun 2010 menunjukkan peningkatan yang cukup baik, pemerintah seharusnya tidak cepat berbangga dan berpuas diri. Kekhawatiran atas gagalnya perekonomian Indonesia di masa depan masih mengancam. Data BPS menunjukkan adanya tren penurunan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB pada periode 2006-2010, dengan rata-rata penurunan sebesar 0.6%. Padahal, industri pengolahan menjadi tulang punggung PDB yang seharusnya kinerjanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Continue reading

Tagged

Pajak bagi Pemula (2): Prosedur Perpajakan di Indonesia

Sebagian besar dari kita sudah pernah mendatangi rumah sakit. Di sana, biasanya kita menemukan bagan yang dipasang manajemen rumah sakit untuk memberikan informasi bagi pengunjung atau pasien mengenai proses pelayanan di rumah sakit tersebut; mulai dari mendaftarkan diri, menunggu dokter, mengambil obat, sampai membayar layanan rumah sakit.

Demikian juga dalam kantor polisi yang mengurus proses perijinan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau surat-surat kendaraan lainnya. Biasanya di tempat tersebut akan terpampang bagan untuk menginformasikan tentang bagaimana cara mendapatkan berbagai surat perijinan yang mereka keluarkan.

Rumah sakit dan kantor polisi menyediakan bagan agar para pasien atau pemohon ijin tidak mengalami kebingungan dan bisa menyelesaikan kebutuhannya dengan lebih cepat.

Dengan semangat yang sama, kita akan menyusun bagan alur untuk prosedur pengurusan pajak di Indonesia. Berbagai proses dan peraturan pajak yang seringkali dianggap rumit oleh masyarakat bisa kita sederhanakan dalam satu alur besar yang memudahkan pemahaman.

Silakan lihat bagan alur berikut ini:

Keterangan:

  • Sesuai dengan namanya, yaitu bagan alur, maka bagan di atas bisa kita fahami dengan membaca secara berurutan, setiap langkah-langkah yang ada, dari langkah yang paling pertama sampai langkah yang paling terakhir.
  • “Subyek Pajak” adalah Orang pribadi atau Badan yang dapat dikenai kewajiban perpajakan.
  • “Wajib Pajak” adalah Orang pribadi atau Badan (Contoh Badan adalah PT, CV, Yayasan, Firma, Koperasi) yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Gambar 1 dari: http://theresaecho.com/2012/05/17/a-moderators-guide-for-dummies/

Tagged , , ,

Pajak bagi Pemula (1): Mengapa harus Membayar Pajak?

Suka atau tidak suka, undang-undang negara telah mewajibkan pengenaan pajak bagi kita. Inilah alasan paling lugas yang kita miliki mengapa kita harus membayar pajak.

Karena mewajibkan, undang-undang itu mengatur pula bagaimana tata cara kita memenuhi kewajiban pajak, termasuk ketentuan denda, sanksi, atau hukuman pidana, bagi kita yang tidak tertib administrasi atau yang secara sengaja tidak mau membayar pajak.

Apa saja yang dapat mendatangkan sanksi, denda atau hukuman pidana itu? Yaitu tindakan yang dengan sengaja:

  • tidak mendaftarkan diri untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
  • tidak menyampaikan laporan pajak dalam bentuk Surat Pemberitahuan Pajak (SPT)
  • menyampaikan SPT yang isinya tidak benar atau tidak lengkap,
  • memperlihatkan pembukuan atau dokumen pendukung pajak yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar (tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya).

Mereka yang melakukan tindak pidana itu, dan menimbulkan kerugian bagi pendapatan pajak negara, akan dipidana dengan penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun. Mereka juga akan didenda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak yang tidak dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak yang tidak dibayar.

Berani tidak membayar pajak berarti berani menerima risiko dipidanakan, didenda dan dipenjara. Tentu saja itu bukan pilihan yang baik. Pilihan yang lebih menguntungkan adalah menjadi warga negara yang taat dengan mematuhi segala kewajiban pajak yang telah diatur dalam undang-undang dan peraturan pendukungnya.

Gambar dari: http://globalresearch.ca/index.php?context=va&aid=29109

Tagged , , ,